Home » Voice Lifestyle » Fashion & Beauty » Ada Misteri di Kostum Nasional Putri Pariwisata 2018

Ada Misteri di Kostum Nasional Putri Pariwisata 2018

JAKARTA, VoiceMagz.com – Putri Pariwisata 2018, Wilda Octaviana Situngkir segera mengikuti ajang Miss Supranational 2018 di Polandia. Adapun karantina ajang ini sendiri akan berlangsung mulai 7 Desember 2018 di Mosir Krynica Zdroj, Polandia.

Dalam ajang ini Wilda akan membawa 40 busana yang akan dikenakannya selama masa karantina seperti gaun malam, coctail dress, kebaya, hingga kostum nasional.

Ada yang menarik dari busana kostum nasional hasil rancangan Dynand Fariz. Desainer yang ada dibalik kesuksesan Jember Fashion Carnavral (JFC) ini menciptakan kostum nasional khas Dayak Kalimantan bagi Wilda yang bertema ‘The Sacred Hudoq’ dan telah dikemas secara modern, anggun dengan menampilkan warna-warna yang melambangkan keberanian.

Hudoq sendiri artinya menjelma. Di aplikasikan dari tarian topeng Hudoq yang dipercaya bahwa sosok sang penjaga akan menjelma mengusir hama penyakit dan bencana dalam kehidupan. Topeng ini memiliki beragam bentuk, merepresentasikan sifat yang dimiliki.

Hudoq Urang Tinggung misalnya. Merepresentasi bentuk burung Enggang yang mewakili kebijaksanaan dan merupakan Dewa Pelindung dalam kepercayaan Dayak kuno.

Bentuk mata besar, paruh dan mulut terbuka lebar, serta gigi yang mencolok sebagai perwujudan kekuatan dan kehormatan. Sementara daun pisang yang mengelilingi badan penari adalah bentuk dari pengharapan kesuburan dan kesejahteraan.

“Sebelum kita buka topeng harus bener-bener meresapi. Inilah yang mau saya tunjukkan, di balik topeng itu ada sosok manusia menjelma. Yang orang mengira tidak ada tapi sebenarnya ada sosok manusia yang menjelma,” ujar Wilda saat jumpa pers jelang keberangkatannya ke ajang Miss Supranational 2018 di Jakarta, Senin (5/11).

Wilda bersama Ketua Yayasan Puteri Indonesia Putri Kusuma Wardani dan desainer Dynand Fariz.

Meskipun sarat unsur mistis dan pengaruh animisme warisan leluhur, tarian Hudoq menunjukan bahwa masyarakat Dayak selalu menjunjung tinggi segala bentuk komunikasi, baik terhadap sesama maupun pada pencipta.

“Kebetulan, sejak kecil di Kalimantan dan saya mau membawa nama Kalimantan lebih bagus lagi tentunya. Inilah kesempatan saya,” kata Wilda.

Dalam kesempatan ini, Ketua Yayasan Puteri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengatakan jika ajang Miss Supranational kali ini penekanannya lebih kepada showbiz.

“Tahun ini, penyelenggara Miss Supranational akan ada kerjasama dengan Holywood untuk menggaet talent-talent berbakat di ajang ini. Saya berharap ajang ini bisa jadi batu loncatan meraih prestasi internasional,” ucap Putri. (NVR)

Check Also

Lewat Sehelai Kain, Dua Desainer Ini Hadirkan Keanggunan Paris

JAKARTA, VoiceMagz.com – Tidak bisa dipungkiri, scarf atau yang dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan …