BIIDO Bidik Pengguna Internet dan Penyuka Teknologi

by -1,007 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Di abad ke 21 ini, cryptocurrency bisa dibilang menjadi aset yang paling menarik untuk diikuti. Lalu apa sebenarnya alasan investasi di cryptocurrency ini menarik?

Cyptocurrency dan blockchain sebagai bagiannya ini disebut menarik karena ruang berkembang yang besar dan merupakan teknologi internet yang tergolong baru. Generasi millenial yang tumbuh di zaman perkembangan teknologi pastinya penasaran dengan inovasi ini dan excited dengan kemungkinan yang dibawa cryptocurrency di masa depan.

Pertanyaan berikutnya, apakah Anda sudah siap ambil bagian di mata uang masa depan?

“Blockchain sebagai bagian dari cryptocurrency ini berpotensi besar menjadi alat pembayaran pengganti valas. Beberapa negara di Eropa dan Asia seperti Swiss, Jepang dan Australia sudah welcome,” ujar CEO BIIDO, Aditia Mokoginta usai peluncuran BIIDO di Jakarta, Kamis (11/10).

Dikatakannya, cryptocurrency memang tengah menjadi topik hangat di seluruh dunia belakangan ini. Belum adanya regulasi yang sama di setiap negara, membuat cryptocurrency belum bisa dijadikan alat pembayaran yang sah. Begitu juga yang terjadi di Indonesia.

“Bank Indonesia sendiri masih menyatakan bahwa hanya rupiah yang bisa menjadi alat pembayaran. Bukan soal tunai atau uang elektroniknya. Yang diakui adalah mata uangnya,” lanjut Aditia.

Ditambahkan Rahmat Dwi Putranto, Founder & CEO LegalGo, ada beberapa negara secara murni melarang, tapi ada juga yang mengatur berdasarkan rezim perpajakannya.

Dan negara yang sudah sangat akrab dengan cryptocurrency adalah Jepang. Sementara di Indonesia masih cryptocurrency masih dijadikan semacam investasi oleh para penggunanya, dan itu pun baru 0,4 persen dari seluruh populasi penduduk di Indonesia.

CEO BIIDO, Aditia Mokoginta saat peluncuran BIIDO.

Untuk lebih memperkenalkan sekaligus membuat cryptocurrency semakin akrab di Indonesia, BIIDO yang merupakan platform marketplace yang bergerak di bidang aset digital kini hadir.

BIIDO diharapkan bisa mempercepat adopsi aset digitaldi masyarakat Indonesia dan menjadikan aset digital sebagai aset untuk semua orang.

“Target BIIDO bukan hanya untuk penggemar crypto dan market yang sudah umum, namun kami juga fokus ke segmen yang baru pertama kali memiliki crypto asset. Para pengguna internet dan penyuka teknologi yang mayoritas kaum milenial juga target yang kami bidik sebelum menyasar pada segmen market lainnya,” papar Aditia lagi.

Ia mengakui jika masih banyak tantangan dalam memperkenalkan platform ini kepada publik. Oleh karenanya, BIIDO berencana memberikan workshop ke daerah-daerah untuk mengedukasi masyarakat awam. (NVR)