Dua Jempol Buat Usaha ‘Valentine’ Tayang di Amerika

by -181 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Tak ada yang salah dari niatan Skylar Pictures, Skylar Comics dan Aletta Pictures menciptakan sebuah tokoh superhero wanita asli Indonesia dalam sebuah film. Bahkan niat dan usaha itu patut diacungi dua jempol.

Hal inilah yang diwujudkan dalam sosok Valentine. Seorang superhero wanita yang kemunculannya dipasok dengan konsep film kekinian lewat teknologi CGI yang jadi standar teknis yang film-film superhero berbasis komik negeri Paman Sam.

Sayangnya, film ini hanya tayang tiga hari di bioskop pada November 2018. Pihak produser menghentikan pemasangan dan menarik filmnya dari layar bioskop karena terjadi ‘kecelakaan parah’. 

“Lebih dari 50 persen konsep CGI film ini rusak. Tim produksi mencoba memulihkan kondisi film,” ujar Marcellino Lefrandt, produser dari Skylar Pictures film diputar secara khusus, Rabu (10/4) malam di XXI Kemang Village, Jakarta.

Ya.. ‘Valentine’ dengan format baru ini kini hanya bisa dinikmati penonton di luar Indonesia karena jatah tayang di dalam negeri sudah habis.

“Setelah penarikan film ini dari bioskop, kami mengerjakan ulang dengan harapan bisa ditayangkan kembali. Dan film ini akhirnya didistribusikan di bioskop AS. Rencananya mulai tayang di musim panas mendatang dalam versi bahasa Inggris di AS,” papar Marcellino.

Menembus pasar AS sendiri bukan perkara mudah. Apalagi negara yang sangat canggih dalam produksi film ini sudah sangat akrab dengan film-film superhero.

Kalau dilihat dari benang merah cerita, film yang yang tokoh utamanya diperankan Estelle Linden ini kental dengan apa yang kerap terjadi di Indonesia. Mungkin ini salah satu alasan produser ingin melemparnya ke pasar AS.

Bercerita tentang Batavia City, kota indah yang tak lagi aman dihuni. Perampokan, kekerasan, dan berbagai kriminalitas semakin hari semakin merajalela.

Di tengah kota yang kacau ini, Srimaya, seorang pelayan kafe yang memiliki mimpi menjadi aktris tidak pernah menyangka kalau impiannya akan mengubah jalan hidupnya.

Pertemuannya dengan seorang sutradara film dan sahabatnya, Bono dan Wawan, membawanya pada petualangan berbahaya penuh aksi mendebarkan dengan nyawa sebagai taruhannya.

Mengubahnya dari gadis biasa menjadi pahlawan harapan Batavia City, Valentine sekaligus menghadapi kenyataan tragis terkait keluarganya.

Sayangnya, jika ingin mengangkat nama superhero asli Indonesia, nama Valentine terasa kurang pas. Akan lebih elok jika produser film ini mencari nama lain yang lebih mencirikan Indonesia. (NVR)