Gunakan NIK, Paytren Pangkas Isian Formulir Investor

by -657 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Setelah meluncurkan sistem reksadana online di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Verita Sentosa Internasional selaku operator dari PayTren kembali melakukan terobosan baru.

Perusahaan berbasis financial technology (fintech) ini bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kerjasama ini memungkinkan PayTren memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) investor dalam registrasi. Hanya dengan mencocokkan NIK yang terdaftar di Dukcapil, peminat reksadana bisa langsung mendaftar dan berinvestasi.

“Alhamdulillah, dengan ditandatangani perjanjian kerjasama ini, form isian tinggal sekitar 14 isian saja,” kata Komisaris Paytren, Ustadz Yusuf Mansyur di , kantor Ditjen DukcapilJakarta, Jumat (22/6).

Yusuf menjelaskan, sebelumnya sekitar lebih dari 100 ribu masyarakat yang berminat menggunakan Paytren dan produk turunannya, merasa kesulitan lantaran harus melakukan registrasi karena harus mengisi 72 kolom dalam formulir pendaftaran.

Lewat kerjasama ini, pihaknya menargetkan 10 hingga 12 juta konsumen akan menjadi pengguna PayTren pada akhir 2018.

“Sekarang saja sudah lebih dari 2,6 juta. Insha Allah tercapai ya,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan dalam waktu dekat akan ada kemudahan lagi yang bisa akan dinikmati pengguna PayTren.

“Nggak lama lagi bisa dipakai buat bayar tol dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh membenarkan bahwa kerjasama pemanfaatan data kependudukan, NIK dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dengan PayTren merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem single identity number alias data kependudukan tunggal yang bisa digunakan untuk semua keperluan.

“Kami mencoba bergerak dengan pendekatan yang menyesuaikan dengan konteks zaman,” jelasnya.

Usai penandatangan kerjasama, Yusuf Mansyur dan jajaran Paytren didampingi Sekretaris Ditjen Dukcapil, I Gede Suratha berkesempatan mengunjungi Galery dan Call Center Ditjen Dukcapil.

Yusuf Mansyur pun diberi kesempatan menjajal berbagai fitur layanan data kependudukan yang dikelola Ditjen Dukcapil, seperti dasboard pemanfaatan data kependudukan oleh lembaga-lembaga yang sudah kerjasama dan mengakses data kependudukan.

Sebuah layar monitor berukuran besar di ruangan tersebut, menampilkan kondisi server layanan Administrasi Kependudukan di seluruh Indonesia, konsolidasi data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), serta data kependudukan melalui aplikasi Geographic Information System (GIS).

“GIS ini menampilkan profil kependudukan di suatu daerah, dari tingkat desa/kelurahan sampai tingkat provinsi”, jelas Sekretaris Ditjen Dukcapil, I Gede Suratha. (RNZ)