Home » Voice Art & Culture » Medsos Berpotensi Mematikan Kreativitas Dunia Pedalangan

Medsos Berpotensi Mematikan Kreativitas Dunia Pedalangan

JAKARTA, VoiceMagz.com – Upaya mendorong pewarisan nilai, budaya dan tradisi agar dapat membentuk karakter bangsa lebih mandiri lewat sektor digital terus digencarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI), Kemenkominfo mendorong agar Gerakan ‘Dalang Go Digital’ bisa mengoptimasikan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyebarluaskan konten wayang serta mewariskan pedalangan kepada dalang bocah dan muda.

“Upaya digitalisasi pertunjukan, boneka, naskah dan informasi lain yang berkaitan dengan wayang terus dilakukan. Bahkan ada live streaming pagelaran wayang yang bisa dinikmati penggemar dari mana saja dan kapan saja,” ujar Ketua Umum PEPADI Pusat, Kondang Sutrisno saat konferensi pers ‘Gerakan Dalang Go Digital’ di Jakarta, Selasa (18/9).

Lanjut Sutrisno, berbagai gaya pedalangan juga bisa di akses melalui internet serta media sosial (medsos) dan menjadi media pembelajaran bagi para dalang muda.

“Bisa di akses melalui Youtube dan media sosial. Generasi dalang milenial juga menggunakan medsos sebagai media eksistensi, promosi dan publikasi setiap pergelaran serta pergelutanya setiap hari di dunia wayang,” jelasnya.

Ia menegaskan, ‘Gerakan Dalang Go Digital’ juga mampu membuat pelaku seni pedalangan mendunia.

“Wayang bisa dikenal meluas bahkan mendunia. Tentu saja meningkatkan pendapatan dalang, sinden, pengrawit, pengrajin wayang, pengrajin gapit, pengrajin gamelan dan para pengusaha penyedia peralatan pergelaran wayang,” bebernya.

Meski demikian, penggunaan medsos ini berpotensi penjilplakan karya seni dan mematikan kreativitas pedalangan.

“Ada dampak kurang menguntungkan terhadap maraknya penjiplakan karya sanggit lakon, ginem wigati, garap iringan dari dalang satu dengan dalang lainya karena tidak ada hak cipta. Seringnya penayangan pergelaran di Youtube juga mematikan kreativitas dalang karena materi yang dijual ke penonton sudah bocor atau ditiru dalang lain,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, PEPADI Pusat mengumumkan akan menyelenggarakan Festival Dalang Bocah (FDB) dan Festival Dalang Remaja Tingkat Nasional Tahun 2018. Acara ini berlangsung pada 20-23 September 2018 di Pelataran Candi Bentar, TMII, Jakarta.

Festival ini akan diikuti Dalang Cilik dan Dalang Muda berprestasi. Adapun kriteria Dalang Bocah antara lain masih berada di satuan pendidikan tingkat SD, SMP antara umur 8-12 Tahun (kelompok A), umur 13-15 Tahun ( kelompok B). Sedangkan Kriteria Dalang Muda yakni antara kelas 1 SMA – mahasiswa antara umur 17-20 Tahun (kelompok A), umur 21-30 Tahun (kelompok B).

Festival ini akan mempergelarkan berbagai ragam wayang antara lain: Wayang Kulit Purwa (Gagrak Surakarta, Yogyakarta) Wayang Kulit Jawatimuran, Wayang Kulit Banyumasan, Wayang Kulit Cirebonan, Wayang Kulit Betawi, Wayang Golek Purwa, Wayang Golek Cepak, Wayang Kulit Indramayu dan Wayang Banjar. (NVR)

Check Also

Ada Isu Kesehatan Mental di Pentas ‘Rumah Rahasia Perempuan’

JAKARTA, VoiceMagz.com – Isu kesehatan mental masih jarang diangkat ke permukaan, baik dalam bentuk film …