Home » Voice Art & Culture » In Memoriam Ki Enthus Susmono: Dalang ‘Nakal’ di Desain Wayang Kontemporer

In Memoriam Ki Enthus Susmono: Dalang ‘Nakal’ di Desain Wayang Kontemporer

TEGAL, VoiceMagz.com – Kabar duka datang dari Kabupaten Tegal. Sang bupati petahana, Ki Enthus Susmono (52) meninggal dunia, Senin (14/5) sekitar pukul 19.15 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soeselo, Slawi. Diduga Ki Enthus meninggal karena mengidap gula darah.

Inna lillahi wa ina ilaihi rojijn… telah pulang ke Rahmat Allah, hari ini 14 Mei 2018 sekitar pukul 19.15 WIB saudara kita, seniman besar Tegal Jawa Tengah, Indonesia Ki Enthus Susmono. Mohon dimaafkan atas segala kesalahannya, semoga Khusnul Kotimah Amin… ya Rob. Wassalam.

Sebelum dilantik sebagai Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono telah lebih dulu dikenal sebagai dalang. Ki Enthus yang lahir di lingkungan keluarga dalang sudah berkiprah di dunia pedalangan sejak 1986 hingga sekarang. Ia adalah anak tunggal Soemarjadihardja, dalang wayang golek Tegal dengan istri ke-tiga bernama Tarminah. Kakek moyangnya, R.M Singadimedja juga merupakan dalang terkenal dari Bagelen pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat di Mataram.

Sejak 1986, atau berusia 20 tahun ia sudah berkiprah sebagai dalang. Ki Enthus terkenal dengan gaya sabetannya yang khas, kombinasi antara sabet wayang golek dan wayang kulit membuat pertunjukannya berbeda dengan dalang-dalang lainnya. Ia juga memiliki kemampuan dan kepekaan dalam menyusun komposisi musik, baik modern maupun tradisi (gamelan).

Kekuatan menginterpretasi dan mengadaptasi cerita serta kejelian membaca isu-isu terkini membuat gaya pakeliran-nya menjadi hidup dan interaktif. Didukung eksplorasi pengelolaan ruang artisitik kelir menjadikannya lakon-lakon yang ia bawakan bak pertunjukan opera wayang yang komunikatif, aktual dan menghibur.

Selain berbagai penghargaan, sejumlah karyanya disebut juga tersimpan dalam museum di luar negeri, antara lain di Tropen Museum Belanda, Museum Wayang Walter Angst Jerman dan di Museum of International Folk Arts (MOIFA) New Mexico. Pada tahun 2005, dia terpilih menjadi dalang terbaik se-Indonesia dalam Festival Wayang Indonesia yang diselanggarakan di Taman Budaya Jawa Timur.

Dalam dunia pedalangan, Ki Enthus disebut juga sebagai salah satu dalang yang mampu membawa pertunjukan wayang menjadi media komunikasi dan dakwah secara efektif.

Oleh karenanya, pertunjukan wayang yang ia garap kerap dijadikan sebagai ujung tombak untuk menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat seperti kampanye anti-narkoba, anti-HIV/Aids, HAM, Global Warming, program KB, pemilu damai, dan lain-lain. Di samping itu dia juga aktif mendalang di beberapa pondok pesantren melalui media Wayang Wali Sanga.

Ribuan penonton disebut selalu membanjiri saat ia mendalang. Keberaniannya melontarkan kritik terbuka dalam setiap pertunjukan wayangnya, memosisikan tontonan wayang bukan sekadar media hiburan, melainkan juga sebagai media alternatif untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

Ki Enthus juga dikenal berkat ‘kenakalannya’ mendesain wayang-wayang kontemporer seperti wayang George Bush, Saddam Hussein, Osama bin Laden, Gunungan Tsunami Aceh, Gunungan Harry Potter, Batman, wayang alien, wayang tokoh-tokoh politik, dan lain-lain yang membuat pertunjukannya selalu segar.

Selamat jalan Ki Enthus… Semoga khusnul khatimah… (NVR/dari berbagai sumber)

Check Also

Ada Isu Kesehatan Mental di Pentas ‘Rumah Rahasia Perempuan’

JAKARTA, VoiceMagz.com – Isu kesehatan mental masih jarang diangkat ke permukaan, baik dalam bentuk film …