In Memoriam Sang ‘Antagonis’ Yang Tetap Kuat Hingga Akhir Hayat

by -8 views

SUKABUMI, VoiceMagz.com – Sesuai dengan karakter yang kerap dilakoninya, yakni karakter antagonis, sosok Torro Margens juga seorang yang kuat dan tak pernah terlihat tak bersemangat dalam setiap aktivitasnya.

Dan tak banyak yang tahu jika aktor kelahiran Pemalang, 5 Juli 1950 ini ternyata mengidap infeksi lambung sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Torro tak pernah mengeluhkan sakitnya ini pada siapa pun.

Padahal seperti diungkapkan putranya, Toma Margens, mendiang Torro didiagnosis dokter menderita infeksi lambung.

“(Penyakitnya) Lambung, infeksi lambung katanya (dokter),” ujar Toma, Jumat (4/1).

Hal inilah yang menurut Toma menyebabkan ayahnya muntah darah saat syuting sebuah film di Yogyakarta pada November 2018 lalu.

“(Penyakitnya) baru ketahuan kemarin pas syuting itu. Sebelumnya nggak pernah ada keluhan. Dia mah kuat banget, masih syuting terus,” katanya.

Setelah muntah darah itu, pria bernama asli Sutoro Margono ini langsung dibawah ke rumah sakit di Yogyakarta oleh kru film. Torro sempat rawat inap di sana selama lima hari.

“Sampai di Jakarta sudah sembuh, sehat, masih lemas, tapi sudah sembuh. Lalu pulang ke Sukabumi. Di Sukabumi lima hari, dapat kabar tadi malam jam 11 malam, bapak masuk rumah sakit. Sempat kritis, jam satu dini hari meninggal,” ucap Toma.

Sepengetahuan Toma, sang ayah tak pernah dirawat di rumah sakit.

“Orang seumur hidup baru pertama kali masuk rumah sakit itu doang. Nggak pernah dulu, kuat banget. Nggak (ada tanda-tanda sakit), cuma napasnya. Bapak hebat banget deh,” ujar Toma.

Torro Margens saat dirawat di RSUD Syamsudin SH, Sukabumi.

Dan hari ini, keluarga harus merelakan kepergian Torro menghadap sang khalik di usia 68 tahun. Torro wafat di RSUD Syamsudin SH, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (4/1) dini hari.

Dalam perjalanan karirnya, aktor kawakan ini sudah mulai mewarnai kancah perfilman nasional sejak era 1970-an. Puluhan judul film, sinetron, sampai FTV (film televisi) pernah dibintangi Torro di sepanjang kariernya.

Selain sebagai pemain seni peran, Torro juga pernah menjadi sutradara sekaligus penulis naskah film. Termasuk sebagai bintang beberapa produk terkenal.

Ia juga sempat menjajal profesi presenter atau pembawa acara dalam program reality show berjudul ‘Gentayangan’ yang disiarkan salah satu televisi swasta nasional.

Dan berikut ini jejak rekam karir Torro Margens di kancah seni peran nasional:

Film di media 1970-1979: Neraka Perempuan (1974), Malam Pengantin (1975), Antara Surga dan Neraka (1976), Ciuman Beracun (1976), Assoy (1977), Sorga yang Hilang (1977), Si Buta dari Gua Hantu (1977), Sirkuit Cinta (1978), Akibat Godaan (1978), Goyang Sampai Tua (1978), Benci Tapi Rindu (1979), Kau dan Aku Sayang (1979), Anna Maria (1979).

Film medio 1980-1997: Aduh Mana Tahan (1980), Sirkuit Kemelut (1980), Anak-Anak Tak Beribu (1980), Bercanda dalam Duka (1981), Gondoruwo (1981), Perawan Rimba (1982), Ken Arok-Ken Dedes (1983), Pelayan Gedongan (1983), Sorga Dunia di Pintu Neka (1983), Menumpas Teroris (1986), Blok M (1990), Tutur Tinular III (1992), Si Kabayan Mencari Jodoh (1994), Kuldesak (1997).

Film medio 2003-2018: Janus: Prajurit Terakhir (2003), Bebek Belur (2010), Pengantin Pantai Biru (2010), Kalung Jailangkung (2014), Tendangan dari Langit (2014), Perempuan-perempuan Liar (2014), Drakula Cinta (2015), 4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu (2015), Mencari Hilal (2015), Demona (2015), Hantu Diskotik Kota (2015), Get Up Stand Up (2016), Simfoni Satu Tanda (2016), DPO (2016), Catatan Dodol Calon Dokter (2016), Night Bus (2017), Ruqyah: The Exorcism (2017), Love for Sale (2018).

SINETRON: Bayangan Adinda, TV Misteri, Cinta Tak Pernah Salah, Padamu Aku Bersimpuh, Hidayah, Rahasia Ilahi, Tukang Bubur Naik Haji The Series, Nirvana, Utusan dari Surga.

FTV: Rahasia Tuhan: Para Penggadai Nyawa, Rahasia Tuhan: Jagoan dari Langit, Cermin Kehidupan: Bidadari Senin-Kamis.

SUTRADARA: Bercinta dalam Badai (1984), Preman (1985), Yang Perkasa (1986), Pernikahan Berdarah (1987), Lukisan Berlumur Darah (1988), Sepasang Mata Maut (1989), Cinta Berdarah (1989), Prabu Anglingdarma (1990), Saur Sepuh V (1992), Prabu Anglingdarma II (1992), Surgaku Nerakaku (1994), Kabut Asmara (1994).

Film terakhir yang dimainkan Torro adalah ‘Love For Sale’. Dalam film ini ia berperan sebagai bapak dari Arini yang diperankan oleh Della Dartyan.

Selamat jalan Om Torro… Semoga sosokmu bisa menjadi inspirasi bagi para filmmaker tanah air lainnya. (NVR)