‘Menari: An Indonesian Dance Legacy’ Potret Proses Kelahiran Tari Tradisional

by -128 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Sutradara muda, Natasha Dematra (21) bekerja sama dengan sineas senior peraih Emmy Awards, Cheryl Halpern merilis karya terbaru berupa film dokumenter ‘Menari: An Indonesian Dance Legacy’.

Pembuatan film ini berlangsung di beberapa lokasi yakni Bali, Yogyakarta, Jakarta dan Cirebon selama setahun.

“Ada proses revisi skrip yang bolak balik Jakarta – Amerika. Kami ingin hasilnya sempurna, karena film ini akan dibawa keliling dunia,” beber putri Founder dan Director World Humanitarian Awards, Damien Dematra ini di Jakarta, Selasa (9/7).

Seperti judulnya, film ini berfokus pada bagaimana sebuah tari tradisional dilahirkan. Mulai dari sejarah, karakteristik gerak, filosofi, ornamen hiasan busana dan tata rias, hingga rupa-rupa sesaji yang mewakili ke daerahannya.

Di film berdurasi 25 menit ini juga memuat wawancara dengan narasumber sekaligus pelaku tari yang tak saja menjaga tapi sekaligus pelestari seni tari karena hidup mereka adalah tari dan pengabdian.

Dari empat tarian klasik yang disajikan dalam film ini, salah satunya adalah tari klasik Bedhaya Semang. Tarian ini adalah salah satu tarian pusaka dari Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, karya Sri Sultan Hamengku Buwono I di tahun 1759.

Tari Bedhaya Semang dalam pelembagaannya merupakan tarian sakral dengan usia yang sangat tua. Tarian ini penuh dengan muatan simbolik filosofis yang tinggi, sebagai seni pertunjukan penting di dua keraton Mataram, Ngayogyakarta dan Surakarta Hadiningrat.

Tarian yang dibawakan sembilan penari perempuan ini adalah reaktualisasi hubungan suci nan mistis antara Sultan Agung dari Mataram dengan Ratu Kidul sebagai penguasa laut selatan atau Samudera Indonesia

Merujuk pada Babad Nitik, Bedhaya adalah gubahan Kanjeng Ratu Kidul, sedangkan kata Semang diberikan oleh Sultan Agung.

“Saya kepincut dengan tarian tradisional atau klasik yang ada di Indonesia, bermula ketika saya berkunjung ke Yogya dan Bali. Entah kenapa tatkala menyaksikan timbul getaran, seolah ada unsur magis untuk saya mengenal lebih dekat dan memvisualkannya,” kenang Cheryl saat dimintai alasan dirinya mau berkolaborasi dengan Natasha dalam proyek ini.

Cheryl pun membuat skrip, kemudian mengontak sineas muda Natasha Dematra untuk bertindak sebagai sutradara.

Peluncuran perdana film dokumenter ‘Menari: An Indonesian Dance Legacy’ ini pun menjadi puncak acara Festival Film Kemanusiaan & Kebudayaan yang juga dihadiri sejumlah raja-raja Nusantara. (NVR)