PAPPRI Gelar Diskusi Musik Kedua, Undang LMK dan LMKN

by -123 views

JAKARTA, VoiceMagz.com- Sukses menggelar acara diskusi musik perdana  pada tiga bulan lalu, kini PAPPRI kembali menggelar diskusi musik berjudul LMK-LMKN Talk, dengan mengangkat topik” Peran Fungsi dan Strategi LMKN dan LMK Dalam Tata Kelola Royalty Musik”.

Tujuannya adalah Agar terjadi sinergi antara LMK dan LMKN serta Pemilik Hak Cipta untuk memaksimalkan perolehan royalty, dan didistribusikan  secara kurat dan ransparan”.

Kegiatan diskusi musik ini  merupakan bagian dari  rangkaian kegiatan PAPPRI dalam rangka memperingati Hari Musik nasional (HMN) 2019. Sedang acara utamanya sudah terlebih dahulu digelar di kota Batam (Kepri),  tepat pada tanggal 9 Maret kemarin.

Dalam diskusi musik yang digelar  di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jl. Merdeka Selatran Jakarta tersebut melibatkan  beberapa LMK (Lembaga Manajemen Kolektif)  yang ada di Indonesia seperti KCI, RAI, ARDI, WAMI, SELMI, ARMINDO,   SMI dan  KP3R ((Koordinator Pelaksana, Penarikan, Penghimpun Royalty) dan  LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional).

Bagi PAPPRI Yang mendasari diadakannya diskusi musik dengan thema seperti tersebut diatas adalah Karena Lembaga Menejemen Kolektif (LMK) bersama-sama dengan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN)  selama ini telah melaksanakan kegiatan pengumpulan dan pendistribusian royaliti Hak Cipta maupun Hak Terkait kepada para pemilik hak yang mejadi anggotanya.

 Namun demikian banyak anggota yang masih belum tahu atau  memahami bagaimana mekanisme sesuai ketentuan perundang-undangan dan pedoman yang ada. Hal ini pada akhirnya menimbulkan kesalahpahaman,prasangka,dan sinisme dari anggota maupun pemangku kepentingan musik lainnya yang belum menjadi anggota. Seringkali rekam jejaknya terlihat antara lain dalam pembicaraan di medsos.

Salah satu alternatif solusinya adalah melakukan tatap muka temu dialog antara LMK-LMK bersama LMKN dengan para anggota LMK dan pelaku musik. Melalui forum pertemuan ini dapat disampaikan seluruh regulasi yang terkait, tata kelola dan mekanisme pengumpulan dan pendistribusian royalti secara terbuka dan transparan, baik oleh LMK-LMK maupun LMKN dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.                                                                                 

Selain itu  Forum ini juga dapat digunakan oleh LMKN periode 2019-2024 untuk menjelaskan bagaimana strategi dan rencana kksi serta target yang akan dilakukan dan  hendak dicapai kedepan.

” Sengaja dalam diskusi kali ini kami angkat thema ‘Sinergi LMK dan LMKN serta Pemilik Hak Cipta, Maksimalkan Perolehan Royalty dan Mendistribusikan  Secra Akurat dan Transparan’. Dengan tujuan agar para pemilik hak cipta dan semua stake holder bisa saling memahami kinerja masing masing. Sehingga diharapkan dikemudian hari transparansi dan arah kinerja LMK serta LMKN bisa diketahui publik, utamanya para pemberi kuasa atau pemilik hak cipta”, Jelas Johny Maukar (Sekjen PAPPRI) saat ditemui di, Auditorium Perpusnas Jakarta, Selasa (12/3).

Lebih jauh Johny juga mengungkapkan; ” Diskusi ini juga sekaligus sebagai  bentuk apresiasi dan sarana  tatap muka agar terjalin  komunikasi dua arah yang positif antara pemilik hak cipta/hak terkait dengan LMK dan LMKN. Sehingga masing masing bisa mengutarakan pendapatnya secara langsung dengan pihak terkait. Jadi bukan lagi pembicaraan di tingkat medsos yang terkadang bias dan tak berujung atau tak ada solusi akhirnya”, tambah Johny.

Sementara itu ketua KP3R Ketua KP3R (Koordinator Pelaksana, Penarikan, Penghimpun Royalty) Hak Cipta, Meidi Ferialdi mengapresiasi acara tersebut. Meidi menganggap acara seperti ini penting agar  stake holder bisa mendapat informasi yang akurat.

” Acara semacam ini penting bagi kami dan semaua LMK, karena semua jadi paham bahwa   dengan acara  ini  menguatkan bahwa  LMK hrs transparan dg memberikan info yg akurat & bermanfaat, agar para stake holder dapat memahami sistem kerja LMK”, jelas Meidi.

Dalam kesempatan yang sama Dwikki Dharmawan Selau Musisi sekaligus Ketua Umum LMK PAPPRI mengapresiasi acara tersebut, dengan memberikan pemahaman sebagai berikut;

” Acara seperti ini sangat diperlukan, agar terjadi Sinkronisasi kerja antara LMKN dan LMK-LMK. Selain itu akan lebih membuka dan memberikan gambaran tentang kinerja masing LMKN dan Para LMK , sekaligus
membuka Jalan untuk memperbaiki kinerja masing2 sesuai dengan UUHC no 28 tahun 2014″ Jelas Dwikki.

Ketua Umum KCI juga turut memberikan apresiasi terhadap acara yang digelar oleh DPP PAPPRI Tersebut.

 ” Pada prinsipnya LMK dan LMKN sepatutnya adalah Saudara sekandung yabg harus berjalan beriringan dengan berbagi peran sesuai koridor hukum yang disepakati bersama untuk menghadirkan iklim penyelenggaraan performing right yabg sehat di Indonesia. Rumus utamanya adalah membangun komunikasi yang jujur dan terbuka dan kesemuanya itu bermuara pada kesejahteraan pemberi kuasa (pemilik hak cipta dan hak terkait) serta tentunya akan membantu para pengguna agar tidak terjadi pelanggaran hak cipta.. “, jelas Dharma.

Acara yang dipandu oleh wartawan senior Bens Leo tersebut berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB tersebut menampilkan beberapa narasumber seperti, Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Deputi 5 Bekraf, para Ketua LMK, KP3R serta para pakar dan ahli.

Pada sesi pertama menampilkan pembicara yaitu Direktur Fasilitasi dan Standarisasi Bekraf Dr. Mollan K. Tarigan SH MH,  kemudian Bapak Dr. Sabartua Tampubolon, SH, MH Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi BEKRAF, yang sekaligus bersama sama membuka acara. Para ketua LMK Hak Cipta yaitu, H. Enteng Tanamal  (Ketua Dewan Pembina  KCI),  Chico Hindarto (WAMI), Bapak Meidi Ferialdi (KP3R), dan Dwikki Dharmawan (Ketua LMK PAPPRI), serta Johny  Maukar  (Sekjen PAPPRI) dan Irfan Aulia.

Sedang pada sesi kedua menampilkan pembicara Ketua Lembaga Manajemen Kolektif nasional Bp. Yurod Saleh SH. MH,yang diwakili diwakili oleh  Yessi Kurniawan, ST,  Jusak Irwan Setiomo (Ketua KP3R), serta Para Ketua LMK Hak Terkait seperti Ikke Nurjanah dari (Ketua LMK ARDI),  Hendra Hermansyah (Ketua harian SMI),  dan Dose Hudaya (DPD PAPPRI Jawa Barat)./Irish