Home » Voice Music » Music Hot News » Relic Hearts, Sun Flower dan Molino Rock Jadi Magnet Tersendiri di IIMF 2018

Relic Hearts, Sun Flower dan Molino Rock Jadi Magnet Tersendiri di IIMF 2018

Para personil Relic Hearts, Molino Rock dan Sun Flower

JAKARTA, VoiceMagz.com – Tak hanya akan bikin heboh di hari H, namun para musisi yang akan tampil di ajang International Indie Music Festival 2018 ini sudah memulai membuat heboh di Melody Music Bar and Lounge, Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan.

Rocker asal Singapura Molino yang beberapa waktu lalu sempat ngejam dengan G-Pro, kemarin tampil dengan  formasi full band.

Tak kurang 5 lagu disuguhkan dalam Road To IIMF 2018 pada malam itu. Selain menyuguhkan lagu lagu top seperti ‘Black Magic Woman’ dan ‘Smoke on The Water’, Molino juga sempat berkolaborasi  secara apik dengan tamu undangan yang hair membawakan lagu serumpun melayu berjudul ‘Selayang Pandang’.

Selain Molino, dalam acara Road To IIMF pada Rabu 26/9 itu juga menampilkan band rock asal Amerika Serikat Relic  Hearts yang personilnya terdiri dari ; Jonie Backer (vokal), Nick Walters (bass), Aaron Bassinger (gitar) dan Jordan Soto (drum).  Dalam penampilannya kemarin malam, Relic Hearts membawakan dua buah lagu karya originilnya.

Usai membawakan lagu karyanya, para personil Relic Hearts juga berkolaborasi atau melakukan jam session dengan para musisi yang hadir di Melody Music and Longe, termasuk didalamnya dengan Molino dan bahkan denan pengisi acara regular yang malam itu menampilkan Mauly Gagola dan kawan-kawan dalam format akustik.

Jordan Soto sang drummer misalnya, ia berkolaborasi dengan Molino Rock membawakan sebuah lagu klasik rock milik Deep Purple, ‘Smoke On The Water’.

Kemudian Aaron bassinger justru lebih aktif, ia berkali kali menaiki panggung saat band regular tampil. Ia menyanyikan bebrapa lagu diantaranya lagu ‘Hotel Callifornia’ milik kelompok Eagle. Selain menyanyi ia juga bermain gitar.

Molino Rock on Stage

Meski berasal dari AS, Relic Hearts belum begitu familiar dengan pecinta musik di Indonesia. VoiceMagz.com baru memperoleh informasi tentang band ini dari boss Deteksi Production selaku penyelenggara acara, Harry Koko Santoso.

“Di AS, Relic Hearts ini lumayan terkenal, mereka band bagus, bahkan pernah mendapat penghargaan juga disana, tapi saya lupa penghargaan apa,” jelas Koko.

Koko menambahkan, band ini antusias untuk dateng ke Indonesia dan tampil di IIMF 2018 setelah diceritakan bahwa Indonesia memiliki fans musik yang besar.

“Jumlah penduduk yang lebih dari 250 juta bisa menjadi pasar bagus buat mereka. Dan ingat, mereka tidak dibayar, kami sepakat membiayai tiket perjalanannya 50 persen. Dan plus akomodasi dan konsumsi kami tanggung semua,” tambah Koko.

Senada dengan Koko, para personil Relic Hearts juga mengungkapkan antusiasme mereka bisa tampil di IIMF 2018 ini.

“Kami senang bisa berada disini, dan ini perjalanan yang jauh. Namun begitu kami merasa senang dengan negeri yang ramah ini, penggemar musiknya banyak, jadi kami siap tampil maksimal dan tak mau mengecewakan penonton,” jelas personil Relic Hearts.

Selain Molino dan Relic Hearts, ada juga Sun Flower yang juga berasal dari Amerika Serikat. Sandflower yang lahir dan besar di Brooklyn, New York dan baru merilis single pada bulan lalu tersebut akan tampil berkolaborasi dengan grup Duo Percussion asal Bali.

Indra, Sun Flower, dan dua personil Relic Hearts

Dalam penampilannya nanti Sun Flower akan membawakan lagu lagu dari singenya yang pernah dirilis pada 2014 lalu yaitu ‘Do Watchu Wanna’ (Boey Tranga), ‘Sugar Honey Ice Tea’ kemudian ‘Regulas’, dan single terbarunya ‘Oceans’ yang akan berkolabirasi dengan Hendra Gunarto dari grup Duo Percussion.

“Penampilan kami di Indonesia merupakan yang pertama kali, meski demikian saya merasa senang karena bisa tampil bareng musisi Indonesia yaitu Indra Gunarto, yang telah memberikan sentuhan musik yang berbeda di single saya yang saya rilis awal Agustus kemarin,” jelas Sun Flower.

Dengan kehadiran Relic Hearts dan Sun Flower ini, berarti semakin menguatkan jika acara IIMF ini benar-benar akan diikuti oleh musisi-musisi dari 30 negara sekaligus merupakan acara yang besar bagi komunitas indie dunia.

“Saya ingin menjadikan Indonesia sebagai tempat yang nyaman aman dan menyenangkan bagi para musisi indie. Tidak hanya musisi indie di Indonesia tapi juga seluruh dunia. Semangatnya para musisi indie ini luar biasa, jadi itulah yang kami ambil agar mereka bisa salin berbagi ilmu, pengalaman, pengetahuan dan saling tukar kebudayaan,” tutup Koko. /Irish

Check Also

The Chillburg, Ezra Kunze dan The Kadri Jimo Siap Ramaikan Pekan Raya Indonesia

JAKARTA, VoiceMagz.com – Meski penyelenggaranan International Indie Music Festival 2018 (IIMF) kurang tiga hari lagi, …