Home » Voice Film & TV » Review » Silent Moment Jadi Senjata Membangun Kengerian ‘Jaga Pocong’

Silent Moment Jadi Senjata Membangun Kengerian ‘Jaga Pocong’

JAKARTA, VoiceMagz.com – Jika Anda menyaksikan ‘Jaga Pocong’, film terbaru Acha Septriasa dan Zack Lee, kesan pertama yang muncul adalah lambatnya film ini bertutur konflik-konflik yang terjadi.

Apalagi, Acha yang memerankan tokoh suster Mila lebih banyak bermain ‘sendiri’. Hal ini terasa menambah lambat adegan demi adegan film besutan sutradara Hadrah Daeng Ratu ini.

Gambaran lambatnya adegan ini mulai diperlihatkan Hadrah saat Mila mendapatkan sebuah pekerjaan untuk merawat seorang wanita tua bernama Sulastri (Jajang C Noer) di rumahnya. Belum juga memulai pekerjaanya, Sulastri ternyata sudah keburu wafat.

Anak Sulastri, Radit (Zack Lee) pun menitipkan pekerjaan lain yaitu memandikan jenazah Sulastri dan membungkuskannya dengan kain kafan. Dan Mila juga diminta tolong menunggu jenazah Sulastri, sementara Radit beralasan akan mengurus makam sang ibu.

Disinilah, adegan demi adegan berjalan lambat. Mila mulai dihantui oleh hal menakutkan selama menjaga jenazah Sulastri sambil juga menjaga Novi (Aqilla Herby) adik Radit, namun dengan penggambaran yang tak langsung masuk ke entry point.

“Saya memang sengaja menggunakan silent moment dalam film ini. Tapi bukan berarti silent moment itu sebuah kekosongan,” ujar Hadrah usai premiere ‘Jaga Pocong’ di Jakarta, Senin (22/10).

Soal alasan Hadrah menggunakan silent moment dalam film horor perdananya ini, sutradara yang awalnya banyak menggarap FTV ini, ia ingin menunjukkan ketika seseorang terlalu banyak berada di silent moment justru akan mengganggu dirinya secara psikologis.

“Tokoh Mila ini kan sebenarnya sosok yang pemberani, apalagi dia seorang suster yang biasa mengurusi orang sakit atau jenazah dan kita sudah tanya ke beberapa narasumber yang biasa di profesi ini, ketika apa yang diyakini sudah hancur, maka mereka akan down. Inilah yang terjadi dengan tokoh Mila yang akhirnya down saat menghadapi silent moment ini,” beber Hadrah.

Namun di ending, Hadrah mengaku tetap menggenjot adrenalin penonton lewat kengerian-kengerian maksimal.

“Dalam setengah film ke belakang kan kita tetap harus menciptakan klimaks,” tandas Hadrah.

Kita nantikan, apakah kemunculan burung Kedasih yang dari awal sudah memberikan isyarat menjadi awal kengerian di rumah almarhumah Sulastri akan membuat ending film ini semakin klimaks atau malah sebaliknya? Lalu, siapa sosok pocong yang muncul di depan mata Mila? Silakan Anda saksikan film yang akan tayang pada Kamis (25/10) di bioskop Indonesia ini. (NVR)

Check Also

‘Kesempatan Keduda’ Tampilkan Kesempatan Kedua Para Duda

JAKARTA, VoiceMagz.com – Siapa bilang status duda jadi halangan bagi pria menemukan kebahagiaan dan menentukan …