Soal Larangan LMK Kelola Royalti, Pencipta Lagu Segera Datangi Menkumham

by -1,379 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Setelah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Karya Cipta Indonesia (KCI) bereaksi atas larangan pemerintah pada LMK untuk mengelola royalti lagu dan musik, kini giliran pencipta lagu yang tergabung dalam Asosiasi Bela Hak Cipta (ABHC) turut bereaksi.

Para pencipta lagu yang tergabung dalam Asosiasi Bela Hak Cipta (ABHI) mendatangi Kantor KCI pada Kamis (7/2) lalu untuk memberikan dukungan terhadap KCI.

Selain memberikan dukungan, para pencipta lagu yang terdiri dari Papa T Bob, Richard Kyoto, Ryan Kyoto, Sam Bobo, Gito Daglog, Amin Ivos, Hermes Sihombing, Yonas Pareira, Youngky RM, Yuke NS dan Boedi Bachtiar dengan didampingi pengacara yang sekaligus pengurus Asosiasi Bela Hak Cipta, Eddy Law menyampaikan lima pernyataan.

Lima butir pernyataan sikap tersebut diantaranya menanyakan alasan mengapa LMK tidak diizinkan mengelola royalti musik dan lagu. Padahal secara jelas dalam pasal 87 dan 88 UU Hak Cipta, LMK diperbolehkan mengelola royalti.

“Padahal kami semua ini sebagai pencipta lagu memberikan kuasanya kepada LMK bukan LMKN,” ujar Papa T Bob selaku Ketua Umum ABHI di Jakarta, Kamis (7/2).

Lebih lanjut, Papa T Bob yang dikenal sebagai pencipta lagu anak-anak memohon agar Menkumam dan Dirjen HKI selaku perwakilan pemerintah mencabut pernyataanya.

Di kesempatan yang sama, pencipta lagu Yuke NS menyebut, semua anggota ABHI mendukung apa yang dilakukan KCI lewat kuasa hukumnya.

“Kami sepakat menghadap Menkumham untuk menyelesaikan persoalan ini agar di kemudian hari tidak menjadi polemk dan rancu,” tambah Yuke.

Ketika ditanya hasil pertemuan dengan ABHC, Ketua Dewan Pembina KCI, H. Enteng Tanamal tak banyak memberikan komentar. 

“KCI sudah memberikan tanggapan melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hendropriyono and Associates, sementara dari teman-teman ABHC juga sudah menyerahkan tanggapannya kepada kuasa hukumnya. Jadi kita sementara nggak perlu memberi pernyataan dulu biar nggak tumpang tindih pemahamannya,” jelas Enteng Tanamal.

Berikut petikan lima butir pernyataan Asosiasi Bela Hak Cipta, (ABHC) yang ditandatangani Ketua Umumnya, Papa T Bob:

 1. Apa alasan LMKN tidak mengizinkan lagi LMK kelola royalti, mengingat kuasa dari para pencipta lagu berada ditangan LMK ?

2. Mengapa LMKN tidak mengacu kepada Undang-undang Hak Cipta No.28 tahun 2014, yaitu pasal 87 dan pasal 88 yang mengakibatkan dapat merugikan para pencipta lagu.

3. Apakah LMKN memberi persyaratan kepada LMK-LMK yang baru untuk mempunyai user baru, bukan dengan user yang ada, selain persyaratan minimal 200 pencipta lagu, sehingga lagi-lagi merugikan para pencipta lagu.

4. Berapa persentase yang diberikan/diambil untuk hak terkait, karena ini harus dirumuskan benar-benar yang sesuai.

5. Dengan ini Asosiasi Bela Hak Cipta akan mendatangi kantor Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), sebagai aksi damai, agar kerancuan ini tertib dan sesuai aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. / Irish