Home » Voice Art & Culture » Ada Isu Kesehatan Mental di Pentas ‘Rumah Rahasia Perempuan’

Ada Isu Kesehatan Mental di Pentas ‘Rumah Rahasia Perempuan’

Para pemeran pementasan teater ‘Rumah Rahasia Perempuan’ bersama sang sutradara Yoga Muhamad.

JAKARTA, VoiceMagz.com – Isu kesehatan mental masih jarang diangkat ke permukaan, baik dalam bentuk film apalagi teater.

Atas dasar tersebut, maka Teater Pandora menggelar pementasan ‘Rumah Rahasia Perempuan’, sebuah cerita yang diadaptasi dari naskah peraih The Pulitzer Prize 2008 berjudul ‘August: Osage County’ karya Tracy Letts.

“Ini pertama kali naskah ini dipentaskan di panggung teater Indonesia. Sebelumnya sudah pernah di film kan juga yang pemainnya salah satunya Merryl Strip. Naskah ini juga sudah kami sesuaikan dengan budaya Indonesia,” ujar sang sutradara, Yoga Muhamad usai pertunjukan di Graha Budaya TIM, Jumat (2/11) malam.

Yoga menjelaskan, alasan naskah ini menarik untuk diangkat lantaran masih banyak masalah kesehatan mental yang muncul di masyarakat berasal dari permasalahan keluarga.

“Pada banyak keluarga, masalah ini tidak pernah dibahas secara terbuka. Akhirnya menjadi penyebab banyak dari mereka yang terlepas dari keluarga. Jadi pemurung atau lari ke hal-hal yang negatif,” papar Yoga.

‘Rumah Rahasia Perempuan’ ini secara garis besar menceritakan keluarga yang mengalami disfungsi karena ketiadaan sosok seorang ayah. Cerita berpusat pada kehidupan lima orang perempuan dari tiga generasi dengan segala permasalahannya.

Martha, sang ibu 58 tahun punya problem kejiwaan dan kecanduan obat. Diana, Lisa, dan Mia, anak-anak Martha dengan problem keluarga, asmara, dan karir mereka masing-masing.

Sementara itu, Arlen, remaja berusia 16 tahun yang mewakili generasi millenial dengan problem pencarian jati diri dan pemberontakannya.

Sang Ibu dalam kesendiriannya itu hanya ditemani seorang pelayan bernama Anna, harus kembali bertemu dengan anak-anaknya yang telah lama pergi meninggalkan rumah.

Pertemuan ini hanya dimungkinkan setelah mereka mendapat kabar bahwa Martin, ayah mereka satu-satunya laki-laki dalam keluarga, menghilang. Dalam pertemuan yang langka ini justru menguak berbagai rahasia dan masalah yang selama ini disembunyikan.

Empat perempuan dewasa, penuh rahasia, berkumpul kembali di rumah masa kecil mereka, dihadapkan pada dua pilihan. Bertahan dengan ibu mereka yang kacau atau pergi meninggalkan rumah.

“Inti dari cerita ini ada pada perempuan,” tegas Yoga.

Pentas teater ini digelar tiga hari di Graha Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, mulai tanggal 1 hingga 3 November 2018. (NVR)

Check Also

Gugatan Hak Cipta Foto Aryono Masuk Tahap Mediasi Dewan Pers

JAKARTA, VoiceMagz.com – Beberapa waktu lalu, seorang fotografer senior, Aryono Huboyo Djati melayangkan somasi pada …