The Bali Connection Nafas Baru Perpaduan Musik Lokal dan Internasional

by -109 views

Bali ConectionPerpaduan antara musik tradisional dengan instrumen internasional memberikan nafas baru bagi budaya Bali yang terus berkembang. Untuk itu, Galeri Indonesia Kaya bersama Seratuspersen mempersembahkan The Bali Connection pada Sabtu, 14 Juni 2014 di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

“Penggabungan instrumen tradisional dan instrumen dunia memberi tontonan baru yang tentunya tidak hanya menghibur namun tentu mengedukasi. Kali ini terlihat dari pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya yang menggandeng Seratuspersen dalam The Bali Connection dimana terdapat pesan tersirat akan harmonisasi dan toleransi budaya melalui alunan musik,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Pulau Bali merupakan perpaduan sempurna antara alam, budaya dan masyarakat. Keharmonisan yang timbul dari seluruh lapisan kehidupan tersebut dikatakan telah menciptakan sebuah energi positif dalam Pulau Bali, sehingga banyak orang yang betah berlama-lama disana.

Pertunjukan yang berlangsung pukul 15.00 WIB ini, diisi dengan lagu-lagu, seperti Ubud, Gones of Nyi Roro Kidul, Brastagi, Labirinth, Don’t move. Kelompok karawitan Seratuspersen menafsir energi Pulau Bali melalui gubahan karya gamelan fusion. Pergelaran berdurasi 60 menit bertajuk The Bali Connection merupakan sebuah konser akustik yang menyampaikan nilai-nilai budaya Bali, menjunjung tinggi harmonisasi dan toleransi bagi sesama.

Melalui beragam gubahan karya karawitan, Seratuspersen diwakili oleh 13 musisi yang tampil, antara lain Iweng, Ipo, Rusli, Ganjar, Tato, Uman, Sendy, Muklis, Revan, Febry, Add Player (nunu-koi), featuring Dan Nicky from Chicago menyampaikan pesan toleransi dan semangat saling menghargai melalui alunan musik.

Seratuspersen adalah band gamelan fusion yang didirikan di tahun 2001. Dalam bereksplorasi, Seratuspersen menggabungkan beragam genre musik melalui beragai ekstosis instrumen yang berasal dari seluruh dunia. Seratuspersen menggabungkan gamelan Bali (pamade, kantil) dengan instrumen barat maupun perkusi Afrika. Melalui eksplorasi musiknya, Seratuspersen ingin mengangkap pesan harmonisasi bagi masyarakat dunia.

“Kami sangat bersemangat ketika diberi kesempatan untuk menampilkan pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya dengan mencampurkan unsur tradional dan modern dengan tema The Bali Connection, kami harap dengan adanya pertunjukan ini pesan akan toleransi terhadap sesama manusia bisa tersampaikan dan diamalkan,” ujar Iweng Seratuspersen.|Edo (Foto Istimewa)

Leave a Reply